Cerpen Sebelum Tidur Anak 2 Tahun: Pupu Penguin dan Bantal Awan
Pada malam yang dingin, hiduplah seekor penguin kecil bernama Pupu. Pupu tinggal bersama Ibu Penguin di rumah salju yang nyaman.
Pupu punya bantal kesayangan berbentuk awan putih. Bantal itu empuk sekali.
Setiap malam, Pupu memeluk bantalnya sebelum tidur.
“Bantal awan, bantal awan, temani aku malam ini,” kata Pupu sambil tersenyum.
Malam itu, Pupu masih ingin bermain. Ia berjalan kecil mengelilingi rumah.
Tap... tap... tap...
Ia melihat butiran salju di luar jendela. Salju tampak berkilau terkena cahaya bulan.
“Wah, saljunya cantik sekali!” seru Pupu.
Ibu Penguin mendekat dan mengusap kepala Pupu.
“Cantik, ya, Sayang. Sekarang waktunya beristirahat supaya besok kamu punya tenaga untuk bermain lagi.”
Pupu mengangguk. Ia mulai merasa mengantuk.
“Hoaaam... baik, Bu.”
Pupu naik ke tempat tidurnya. Ia meletakkan bantal awannya di bawah kepala, lalu menarik selimut sampai ke dada.
Ibu Penguin membacakan doa tidur dengan lembut. Setelah itu, Ibu mengecup pipi Pupu.
“Selamat malam, Pupu kecil. Semoga tidurmu nyenyak.”
“Selamat malam, Ibu. Aku sayang Ibu,” bisik Pupu.
Ibu tersenyum. “Ibu juga sayang Pupu.”
Di luar, salju turun perlahan. Bulan bersinar lembut di langit.
Pupu memeluk bantal awannya erat-erat. Ia membayangkan sedang berbaring di atas awan putih yang empuk, terbang pelan melewati bintang-bintang.
“Nyaman sekali...” gumamnya.
Matanya semakin berat. Napasnya perlahan dan teratur.
Tak lama kemudian, Pupu tertidur pulas dengan senyum kecil di wajahnya.
Dalam mimpinya, Pupu bermain seluncur salju bersama teman-temannya, lalu pulang untuk menikmati pelukan hangat Ibu.
Malam itu, Pupu tidur nyenyak di rumah saljunya yang nyaman.
Tamat. Selamat tidur, Adik. Peluk bantal kesayanganmu dan semoga mimpi indah! 🌙
Pesan baik: Menyayangi keluarga, berdoa sebelum tidur, dan beristirahat setelah bermain membantu kita menjalani hari dengan bahagia.
