Portal Rembang: Dinas Kesehatan Rembang | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Showing posts with label Dinas Kesehatan Rembang. Show all posts
Showing posts with label Dinas Kesehatan Rembang. Show all posts

Saturday, December 14, 2024

no image

Gerakan PSN Efektif Tekan Kasus DBD di Rembang, 325 Kasus Tercatat Sepanjang 2024

Gerakan PSN Efektif Tekan Kasus DBD di Rembang, 325 Kasus Tercatat Sepanjang 2024

Rembang, nurfmrembang.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menegaskan bahwa Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) efektif dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang tahun 2024, tercatat 325 kasus DBD, dengan 9 pasien meninggal dunia.

“Kasus DBD terbanyak menyerang anak usia 5-15 tahun. Dari Januari hingga Desember 2024, ada 325 kasus yang tercatat dan 9 di antaranya meninggal dunia,” ujar dr Jhon Budi dari Dinas Kesehatan Rembang dalam rapat koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD di Jalan Pantura, belum lama ini.

Menurut dr Jhon, peningkatan kasus DBD cenderung mengikuti musim hujan karena perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Trennya jelas, Januari kasus naik karena musim hujan, turun di April-Mei, lalu naik lagi di Agustus,” ungkapnya.

Puskesmas Pancur menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi (82 kasus), disusul Sale (47 kasus), Sumber (30 kasus), dan Sarang 1 (27 kasus). Sementara itu, Sarang 2 mencatat kasus paling sedikit dengan 2 kasus, diikuti Sluke dan Rembang 1 yang masing-masing mencatat 3 kasus.

Meski angka bebas jentik (ABJ) di Rembang baru mencapai 72% dari target 95%, ada perkembangan positif di Puskesmas Lasem. Dalam tiga tahun terakhir, kasus DBD di wilayah ini turun drastis, berkat implementasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

“Lasem mengalami perubahan luar biasa. Tiga tahun lalu kasus DBD sangat banyak, tapi dengan menggerakkan masyarakat melalui G1R1J, kasusnya bisa ditekan hingga hanya 15 kasus tahun ini,” jelas dr. Jhon.

Program G1R1J menunjuk satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab untuk memantau jentik di rumah, yang kemudian dilaporkan ke Puskesmas melalui kader desa untuk evaluasi.

Untuk mencegah penyebaran DBD, dr. Jhon menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.

“Jangan hanya bergantung pada fogging. Gerakan PSN dan satu rumah satu jumantik harus terus kita gaungkan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, Dinas Kesehatan optimis angka kasus DBD dapat terus ditekan di masa mendatang. (ABA/AI)

Sumber : https://www.nurfmrembang.com/kesehatan/gerakan-psn-efektif-tekan-kasus-dbd-di-rembang

Friday, December 13, 2024

no image

Pemkab Rembang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Program Keamanan Pangan dari Kemenkes



Jakarta, nurfmrembang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dinobatkan sebagai Pembina Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota dalam Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz di The St. Regis Jakarta pada Rabu (12/12/2024).

Penyerahan penghargaan disaksikan oleh istri Bupati, Hj. Hasiroh Hafidz, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i, dan jajaran pemerintah daerah lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, Al Furqon, mengungkapkan bahwa Rembang menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut, bersama Kabupaten Brebes.

“Penghargaan ini terbilang mengejutkan karena penilaiannya dilakukan secara silent oleh Kementerian Kesehatan, tidak seperti mekanisme lomba pada umumnya,” ujar Al Furqon.

Penilaian dilakukan berdasarkan laporan kegiatan pembinaan keamanan pangan olahan siap saji yang disampaikan melalui sistem e-Monev. Kegiatan ini melibatkan pembinaan langsung kepada pengusaha katering, restoran, hingga pedagang kaki lima.

“Setiap petugas sanitarian di Puskesmas turun langsung membina pengusaha pangan olahan siap saji. Hasil pembinaan dilaporkan melalui sistem elektronik yang terhubung ke Kementerian Kesehatan,” jelas Al Furqon.

Ia menambahkan, capaian ini merupakan kali pertama Pemkab Rembang meraih penghargaan bergengsi tersebut, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. (ABA/AI)
Sumber : https://www.nurfmrembang.com/pemerintahan/pemkab-rembang-raih-penghargaan-pembina-terbaik