Portal Rembang: Radio NUR FM Rembang | Deskripsi Singkat Blog di Sini

Showing posts with label Radio NUR FM Rembang. Show all posts
Showing posts with label Radio NUR FM Rembang. Show all posts

Saturday, December 14, 2024

no image

Wabup Rembang Apresiasi Pelatihan Membatik di PKBM Tanjungsari, Dorong Keterampilan Siswa

Wabup Rembang Apresiasi Pelatihan Membatik di PKBM Tanjungsari, Dorong Keterampilan Siswa

Rembang, nurfmrembang.com – Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, mengapresiasi kegiatan pelatihan membatik, manajemen batik, dan fashion yang digelar oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sekolah Kerja Tanjungsari, Kecamatan Rembang.

Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Desember 2024, dengan tujuan meningkatkan keterampilan siswa untuk siap bersaing di dunia kerja.

Kepala Sekolah PKBM Tanjungsari, Muhammad Ali Sodikin, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali siswa dengan keterampilan membatik, pengelolaan bisnis batik, dan pemahaman industri fashion. Pelatihan tersebut mencakup kunjungan ke tempat produksi Batik Lasem dan industri fashion di Magersari.

“Pelatihan ini tidak hanya teori, tetapi siswa langsung praktik membatik dengan bimbingan empat instruktur. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal mereka setelah lulus,” ujar Muhammad Ali, Jumat (13/12/2024).

Ali menambahkan, hasil karya batik siswa akan dimanfaatkan lebih lanjut dengan melibatkan lima desa sekitar PKBM.

“Kami ingin batik hasil siswa ini menjadi seragam perangkat desa. Kelima batik tersebut telah terdaftar di Hak Kekayaan Intelektual (HAKI),” tambahnya.

Pelatihan ini ditutup dengan acara fashion show pada Minggu (15/12/2024) yang melibatkan para siswa untuk membangun rasa percaya diri mereka.

“Bagi siswa yang pernah putus sekolah, acara ini diharapkan bisa membangkitkan semangat mereka untuk terus belajar,” jelas Ali.

Wakil Bupati Rembang, Gus Hanies, menyatakan bahwa pelatihan membatik ini sangat penting mengingat Batik Lasem adalah kebanggaan daerah yang sudah dikenal secara nasional hingga internasional.

“Batik Lasem bukan hanya identitas lokal, tetapi juga telah mendunia. Kegiatan ini memberikan keterampilan nyata bagi siswa agar siap terjun ke dunia kerja,” kata Gus Hanies.

Menurutnya, konsep Sekolah Kerja di PKBM Tanjungsari sejalan dengan kebutuhan zaman, yaitu memadukan pendidikan formal dengan pelatihan keterampilan.

“Para siswa di sini memang dipersiapkan untuk langsung bekerja setelah lulus,” pungkasnya. (ABA/AI)

no image

DLH Rembang Bersihkan Tumpukan Sampah di Jembatan Gantung Babagan, Warga Diminta Lebih Peduli



Rembang, nurfmrembang.com – Tumpukan sampah di utara Jembatan Gantung yang menghubungkan Desa Babagan dan Desa Jolotundo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, langsung ditangani oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rembang, Kamis (12/12/2024).

Langkah ini diambil setelah adanya aduan masyarakat terkait bau tak sedap dan gangguan pemandangan akibat sampah berserakan.

Kepala Desa Babagan, Mardiyono, menjelaskan bahwa pelaku pembuangan sampah biasanya beraksi pada dini hari menggunakan sepeda motor. Hal ini diketahui berdasarkan kesaksian warga sekitar.

“Saksi melihat mereka membuang sampah setelah Subuh, mungkin sambil menuju pasar atau tempat lain,” ujar Mardiyono, Jumat (13/12/2024).

Pihak desa sebelumnya telah memasang spanduk larangan membuang sampah, namun tindakan tersebut belum efektif.

“Sebelumnya sampah dibuang di selatan jembatan, tapi setelah ada warung, mereka pindah ke utara jembatan,” tambahnya.

Kepala UPT Sampah DLH Rembang, Wahyudi Setiyanto, membenarkan adanya laporan warga dan menyatakan timnya segera turun membersihkan lokasi.

“Tim langsung kami turunkan setelah menerima aduan warga. Sampah sudah dibersihkan,” kata Wahyudi.

Ia mengimbau masyarakat untuk peduli kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Menurut Wahyudi, penanganan sampah adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Jalan Lasem – Tuyuhan, Pancur. Berkat respons cepat pemerintah dan kesadaran warga, lokasi tersebut kini bebas dari sampah.

DLH Kabupaten Rembang berharap masyarakat dapat berperan aktif dalam menjaga kebersihan demi kenyamanan bersama. (ABA/AI)
no image

Peran Pesantren dalam Menguatkan Moderasi Beragama



Semarang, nurfmrembang.com Pengurus Rabithah Ma’ahid Islamiyyah (RMI) Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah masa khidmah 2024-2029 bekerjasama dengan Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah menggelar halaqah “Menggali Nilai Moderasi dan Penguatan Pesantren” di The Wujil Resort & Conventions, Semarang, mulai 12 – 14 Desember 2024.

Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Musta’in Ahmad, S.H., M.H menyinggung dalam 15 tahun terakhir kita membincangkan moderasi. Berbagai macam sudut pandang betapa masyarakat dan kondisi berubah.

Agama tak hanya dibincangkan oleh ahli agama saja. Adanya teknologi diiringi dengan keterbukaan informasi, bukan ahli agama bisa mengumpulkan data seolah menjadi ahli agama. Wajah agama pun berubah sesuai dengan siapa yang membincangkannya.

“Peran agama tetap menjadi entitas menarik bagi generasi masa depan,” ungkap Musta’in Ahmad.

Lembaga pesantren kita harapkan dapat meneruskan dalam menjaga tradisi, kita ingin agama terus menjadi warna bagi kehidupan. Musta’in Ahmad mengibaratkan moderasi dengan sebuah pohon, dengan akar yaitu akidah, syariat dan akhlak yang kuat menghujam ke tanah maka akan menghasilkan cabang dan daun berupa komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif terhadap kearifan lokal. Tentu ini tak lepas dari batang yang tidak bengkok ke kanan (radikalis) atau ke kiri (liberalis).

H. Amin Handoyo, Lc, M. Ag selaku Kepala Bidang Pendidikan Diniyah Dan Pondok Pesantren menyampaikan kerjasama dengan RMI PWNU Jateng ini menguatkan pesantren itu sendiri. Moderasi kemudian meningkat menjadi harmoni dan kerukunan. Di pesantren banyak sekali nilai-nilai moderasi yang perlu dimunculkan.

Hal ini diamini Ketua RMI PWNU Jateng, KH. Ahmad Fadlullah Turmudzi bahwa Pesantren menjadi sistem pendidikan tertua di negeri ini sejak politik etis 1901 hingga lahir Undang-Undang Pesantren no 18 tahun 2019.

Sebagai lembaga pendidikan tertua di nusantara masih ada hingga kini karena mampu menjaga kecakapannya dalam 2 hal, yaitu sanad keilmuan dan estafet kepemimpinan.

“Berkat daya tahan adaptasinya pesantren dalam keragamannya mempunyai praktek terbaiknya (best practice) sendiri dalam pemeliharaan dan peningkatan pendidikannya,” tambah Pengasuh Pondok Pesantren Salaf APIK Kauman.

KH Ubaidillah Shodaqoh (Rois Syuriah PWNU Jawa Tengah) menegaskan bahwa pesantren memiliki andil besar dalam mewujudkan moderasi beragama. Moderasi bukan hanya soal teori pemahaman belaka, namun harus mampu diterapkan dalam pergaulan lokal hingga internasional. Jangan sampai terjadi konflik antar pesantren. Ditambah yang hadir disini harus menjadi perekat umat.

Dalam kegiatan ini juga akan didiskusiakan bentuk-bentuk pengembangan integrasi nilai dan tradisi pesantren dalam proyek moderasi beragama bagi masyarakat.

Pesantren akan memberikan penguatan moderasi kepada masyarakat dan memberikan kesempatan masyarakat belajar langsung dari nilai dan tradisi pesantren yang selaras dengan moderasi beragama. Bahkan pesantren membuka layanan program kerjasama di pondok pesantren, seperti dialog lintas iman, live-in di pesantren bagi masyarakat lintas agama, dan bakti sosial.

Selain itu, beberapa narasumber KH. Noor Machin Chudlori (Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo) dengan materi Pola Pengasuhan Kiai Dalam Menanamkan Sikap Moderat Santri, Dr. K.H. Fadholan Musyafa’, L.c, M.Ag (Pengasuh Pondok Pesantren Fadhlu Fadhlan) menyampaikan Radikalisme dan Terorisme Berkedok Agama Islam dan KH. Ahmad Zaki Fuad, M. Ag (Wakil Ketua PWNU Jateng) mengangkat Strategi Komunikasi Interreligius dalam Membangun Lingkungan Pesantren yang Moderat.

Selain itu, Dr. KH. Abu Choir, MA (Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fadholi) membedah tentang Inventarisasi tradisi pesantren yang mengajarkan nilai tasamuh, tawasuth, tawazun dan I’tidal yang Mendorong Terwujudnya Moderasi Beragama di Pesantren (RL/AI)

Chat WhatsApp : 0831-2400-9448 untuk info Portal Rembang dengan mudah & cepat
no image

Gerakan PSN Efektif Tekan Kasus DBD di Rembang, 325 Kasus Tercatat Sepanjang 2024

Gerakan PSN Efektif Tekan Kasus DBD di Rembang, 325 Kasus Tercatat Sepanjang 2024

Rembang, nurfmrembang.com – Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang menegaskan bahwa Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) efektif dalam menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sepanjang tahun 2024, tercatat 325 kasus DBD, dengan 9 pasien meninggal dunia.

“Kasus DBD terbanyak menyerang anak usia 5-15 tahun. Dari Januari hingga Desember 2024, ada 325 kasus yang tercatat dan 9 di antaranya meninggal dunia,” ujar dr Jhon Budi dari Dinas Kesehatan Rembang dalam rapat koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD di Jalan Pantura, belum lama ini.

Menurut dr Jhon, peningkatan kasus DBD cenderung mengikuti musim hujan karena perilaku masyarakat yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan.

“Trennya jelas, Januari kasus naik karena musim hujan, turun di April-Mei, lalu naik lagi di Agustus,” ungkapnya.

Puskesmas Pancur menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi (82 kasus), disusul Sale (47 kasus), Sumber (30 kasus), dan Sarang 1 (27 kasus). Sementara itu, Sarang 2 mencatat kasus paling sedikit dengan 2 kasus, diikuti Sluke dan Rembang 1 yang masing-masing mencatat 3 kasus.

Meski angka bebas jentik (ABJ) di Rembang baru mencapai 72% dari target 95%, ada perkembangan positif di Puskesmas Lasem. Dalam tiga tahun terakhir, kasus DBD di wilayah ini turun drastis, berkat implementasi Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik (G1R1J).

“Lasem mengalami perubahan luar biasa. Tiga tahun lalu kasus DBD sangat banyak, tapi dengan menggerakkan masyarakat melalui G1R1J, kasusnya bisa ditekan hingga hanya 15 kasus tahun ini,” jelas dr. Jhon.

Program G1R1J menunjuk satu anggota keluarga sebagai penanggung jawab untuk memantau jentik di rumah, yang kemudian dilaporkan ke Puskesmas melalui kader desa untuk evaluasi.

Untuk mencegah penyebaran DBD, dr. Jhon menekankan pentingnya peran aktif masyarakat.

“Jangan hanya bergantung pada fogging. Gerakan PSN dan satu rumah satu jumantik harus terus kita gaungkan,” tegasnya.

Dengan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, Dinas Kesehatan optimis angka kasus DBD dapat terus ditekan di masa mendatang. (ABA/AI)

Sumber : https://www.nurfmrembang.com/kesehatan/gerakan-psn-efektif-tekan-kasus-dbd-di-rembang

Friday, December 13, 2024

no image

Dinkes Rembang Ingatkan Bahaya Fogging Mandiri: Nyamuk Bisa Kebal Insektisida

Dinkes Rembang Ingatkan Bahaya Fogging Mandiri: Nyamuk Bisa Kebal Insektisida

Rembang, nurfmrembang.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan fogging secara mandiri. Pasalnya, penggunaan insektisida yang tidak terkontrol bisa menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti kebal terhadap bahan kimia tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr Maria Rehulina, menjelaskan bahwa fogging mandiri yang dilakukan tanpa pengawasan justru memperburuk masalah.

“Masyarakat cenderung memilih fogging dibandingkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Namun, ini bisa menyebabkan nyamuk resisten terhadap insektisida,” ujarnya dalam rapat koordinasi Pokjanal DBD di Rembang, baru-baru ini.

Ia menambahkan bahwa kasus resistensi nyamuk sudah ditemukan di beberapa wilayah, seperti Kecamatan Rembang, Sluke, dan Pamotan.

“Kami melakukan pemeriksaan laboratorium di Banjarnegara. Hasilnya, nyamuk di Kecamatan Rembang terbukti kebal terhadap insektisida program Kementerian Kesehatan,” jelas dr Maria.

Menurutnya, penggunaan bahan kimia yang tidak rasional berdampak buruk dalam jangka panjang.

“Beberapa tahun lalu, kasus serupa terjadi, dan kami harus mengganti insektisida dengan golongan lain. Jika dibiarkan, ini akan menyulitkan penanganan DBD,” tambahnya.

Untuk mencegah penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD), dr. Maria menekankan pentingnya PSN 3M Plus, penyuluhan, larvasidasi, serta fogging fokus dua siklus dalam radius 100 meter dengan interval satu minggu.

“Fogging harus dilakukan dua kali karena telur nyamuk membutuhkan waktu satu minggu untuk menetas. Dengan begitu, nyamuk dewasa bisa dibasmi,” tutupnya.

Dinkes Kabupaten Rembang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kebersihan lingkungan dan berpartisipasi aktif dalam PSN 3M Plus guna menekan angka DBD, terutama di musim penghujan. (ABA/AI)
Sumber : https://www.nurfmrembang.com/kesehatan/dinkes-rembang-ingatkan-bahaya-fogging-mandiri
no image

Pemkab Rembang Raih Penghargaan Pembina Terbaik Program Keamanan Pangan dari Kemenkes



Jakarta, nurfmrembang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang dinobatkan sebagai Pembina Terbaik Tingkat Kabupaten/Kota dalam Program Keamanan Pangan Olahan Siap Saji oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes).

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono kepada Bupati Rembang Abdul Hafidz di The St. Regis Jakarta pada Rabu (12/12/2024).

Penyerahan penghargaan disaksikan oleh istri Bupati, Hj. Hasiroh Hafidz, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i, dan jajaran pemerintah daerah lainnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang melalui Subkor Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, dan Olahraga, Al Furqon, mengungkapkan bahwa Rembang menjadi salah satu dari dua daerah di Jawa Tengah yang menerima penghargaan tersebut, bersama Kabupaten Brebes.

“Penghargaan ini terbilang mengejutkan karena penilaiannya dilakukan secara silent oleh Kementerian Kesehatan, tidak seperti mekanisme lomba pada umumnya,” ujar Al Furqon.

Penilaian dilakukan berdasarkan laporan kegiatan pembinaan keamanan pangan olahan siap saji yang disampaikan melalui sistem e-Monev. Kegiatan ini melibatkan pembinaan langsung kepada pengusaha katering, restoran, hingga pedagang kaki lima.

“Setiap petugas sanitarian di Puskesmas turun langsung membina pengusaha pangan olahan siap saji. Hasil pembinaan dilaporkan melalui sistem elektronik yang terhubung ke Kementerian Kesehatan,” jelas Al Furqon.

Ia menambahkan, capaian ini merupakan kali pertama Pemkab Rembang meraih penghargaan bergengsi tersebut, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah. (ABA/AI)
Sumber : https://www.nurfmrembang.com/pemerintahan/pemkab-rembang-raih-penghargaan-pembina-terbaik
no image

Ingat! Ini Jadwal Car Free Day di Alun-Alun Rembang



Rembang, nurfmrembang.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan menggelar Car Free Day (CFD) pada Minggu pagi, 15 Desember 2024, di Alun-Alun Rembang. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung program Kabupaten/Kota Sehat serta memberikan kenyamanan bagi warga yang berolahraga atau beraktivitas ekonomi setiap akhir pekan.

CFD akan berlangsung dari pukul 05.00 hingga 08.00 WIB, dengan area Alun-Alun Rembang yang sepenuhnya bebas dari kendaraan bermotor. Pengunjung yang datang ke acara ini dapat memarkirkan kendaraan mereka di kantong-kantong parkir yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Taufik Darmawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menyukseskan acara ini. Menurutnya, CFD juga dimaksudkan untuk menata pedagang dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang semakin ramai beraktivitas di kawasan Alun-Alun Rembang pada hari Ahad pagi.

“Warga semakin banyak melakukan aktivitas di Alun-Alun, seperti olahraga, rekreasi keluarga, hingga kuliner. Kami menyambut baik perkembangan ini dan akan terus menata lingkungan agar lebih nyaman, terutama saat Car Free Day,” ujar Taufik pada Kamis, 12 Desember 2024.

Taufik menambahkan, selama pelaksanaan CFD, kendaraan bermotor, termasuk motor listrik, tidak diperbolehkan masuk ke area Alun-Alun Rembang. Namun, sepeda listrik tetap diizinkan untuk memasuki area tersebut.

“Pengunjung yang akan datang ke Alun-Alun pada 15 Desember bisa memarkirkan kendaraan mereka di kantong-kantong parkir yang telah disediakan. Kami berharap dengan adanya CFD, pengunjung dapat menikmati suasana yang lebih nyaman tanpa gangguan lalu lintas kendaraan,” jelasnya.

Kantong Parkir yang Disiapkan
Kasi Manajemen Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Alif Nuryawan, menambahkan bahwa sejumlah kantong parkir telah disiapkan untuk mendukung kelancaran CFD. Lokasi kantong parkir meliputi Jalan Gatot Subroto, Terminal Rembang, Jalan Dr. Soetomo, dan Jalan HOS Cokroaminoto. Selain itu, halaman beberapa sekolah juga akan digunakan sebagai kantong parkir, seperti di SDN Kutoharjo 4, SDN Kutoharjo 3, dan SDN Kutoharjo 2.

“Tujuan kami adalah untuk memastikan kelancaran lalu lintas, kenyamanan pengunjung, dan kelancaran kegiatan CFD. Kami berharap CFD dapat berjalan sukses dan menjadi agenda rutin yang dinikmati masyarakat,” tambah Alif.

Dinas Perhubungan dan DLH juga berencana untuk mengevaluasi pelaksanaan CFD secara berkala, dengan rencana mengadakan acara ini sebulan sekali pada tahun 2025 mendatang. (ABA/AI)
Sumber : https://www.nurfmrembang.com/berita/ingat-ini-jadwal-car-free-day-di-alun-alun-rembang

Thursday, December 12, 2024

no image

RSUD dr R Soetrasno Rembang Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

RSUD dr R Soetrasno Rembang Raih Penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK)

Rembang, nurfmrembang.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr R Soetrasno Rembang resmi meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (11/12/2024).

Penghargaan ini diterima langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz, bersama Plt Direktur RSUD dr. R. Soetrasno, Syamsul Anwar, dan Asisten Administrasi Umum Sekda, Dwi Wahyuni Hariyati.

Plt Direktur RSUD dr R Soetrasno, dr Syamsul Anwar, menyampaikan bahwa keberhasilan ini diraih setelah melalui proses penilaian ketat.

“Penilaian melibatkan Kejaksaan, Polri, dan Intelijen, dengan sejumlah indikator utama seperti pelayanan cepat dan fasilitas pengantaran pasien pulang gratis. Kami juga berkomitmen untuk tidak menerima gratifikasi, suap, maupun korupsi,” ujarnya.

Lebih lanjut, dr Syamsul mengapresiasi kinerja direktur sebelumnya yang dinilai telah membangun pondasi pelayanan yang baik.

“Direktur sebelumnya telah menciptakan sistem pelayanan yang solid, sehingga kami lebih mudah melanjutkan dan meningkatkan standar pelayanan,” tambahnya.

Penghargaan WBK ini menegaskan komitmen RSUD dr. R. Soetrasno Rembang dalam menciptakan lingkungan pelayanan yang bebas korupsi dan profesional. (ABA/AI)
no image

Partisipasi Pilkada Rembang 2024 Capai 88,6 Persen, Tertinggi se-Jawa Tengah

Partisipasi Pilkada Rembang 2024 Capai 88,6 Persen, Tertinggi se-Jawa Tengah

Rembang, nurfmrembang.com – Gelaran Pilkada serentak di Kabupaten Rembang telah selesai dilaksanakan dengan tertib dan lancar. KPU Rembang mencatat, tingkat partisipasi masyarakat Kabupaten Rembang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mencapai 88,6 persen, melampaui target yang ditetapkan yakni sebesar 80 persen.

Ketua KPU Kabupaten Rembang, M Ika Iqbal Fahmi, menyampaikan bahwa dari total 497.625 pemilih, sebanyak 440.975 orang hadir di tempat pemungutan suara (TPS).

“Jumlah partisipasi masyarakat di angka 88,6 persen. Ini telah melebihi target yang kami patok sebelumnya,” ujar Iqbal di Rembang, baru-baru ini.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 432.130 suara dinyatakan sah, sementara 8.845 suara tidak sah. Lebih lanjut, Iqbal menyebut partisipasi ini tergolong yang tertinggi di Jawa Tengah.

“Kalau dari laporan teman-teman Panwas se-Jawa Tengah, sepertinya ini peringkat pertama untuk partisipasi pemilih,” jelasnya.

Adapun data pemilih Kabupaten Rembang mencatat dominasi pemilih perempuan sebanyak 250.171 orang, sementara pemilih laki-laki berjumlah 247.454 orang. Tiga kecamatan dengan jumlah pemilih tertinggi adalah Kecamatan Rembang (68.912 pemilih), Kragan (50.204 pemilih), dan Sarang (46.734 pemilih).

Dengan partisipasi yang tinggi ini, Pilkada 2024 di Kabupaten Rembang menjadi hal yang sangat positif di Jawa Tengah karena tingginya kesadaran masyarakat dalam menggunakan hak pilih. (ABA/AI)
https://www.nurfmrembang.com/politik/partisipasi-pilkada-rembang-2024-capai-886-persen-tertinggi-se-jawa-tengah